Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Minggu, Oktober 12, 2014
Oase; Adzan jam 10 malam Disebuah kampung
Written By Unknown on Minggu, 12 Oktober 2014 | Minggu, Oktober 12, 2014
Suasana kampung tiba-tiba
heboh semalam karena persis jam 22.00 terdengar adzan berkumandang dari
sebuah mushalla setempat lewat pengeras suara yang memecah keheningan
malam.
Suara pengumandang adzan yang tak kalah gontai membuat warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya;
Mbah Sadi,yang umurnya sudah menembus kepala tujuh.
Yang membuat kepala warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi adzan pada jam sepuluh malam ?
Suara pengumandang adzan yang tak kalah gontai membuat warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya;
Mbah Sadi,yang umurnya sudah menembus kepala tujuh.
Yang membuat kepala warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi adzan pada jam sepuluh malam ?
Rabu, Oktober 01, 2014
Pelajaran Nenek Penjual Sapu
Written By Unknown on Rabu, 01 Oktober 2014 | Rabu, Oktober 01, 2014
Seorang teman menceritakan kekagumannya pada seorang nenek yang mangkal di depan Pasar Godean, Sleman, Yogyakarta. Ketika itu hari Minggu, saat dia dan keluarganya hendak pulang usai silaturahim bersama kerabat, mereka melewati Pasar Godean.
Ibu dan teman saya tergoda membeli ayam goreng di depan pasar untuk sajian makan malam. Kebetulan hari mulai gelap. Di samping warung ayam goreng tersebut ada seorang nenek berpakaian lusuh bak pengemis, duduk bersimpuh tanpa alas, sambil merangkul tiga ikat sapu ijuk. Keadaannya terlihat payah, lemah, dan tak berdaya. Setelah membayar ayam goreng, ibu teman saya bermaksud memberi Rp. 1000,- (tahun 2004) karena iba dan menganggap nenek tadi pengemis. Saat menyodorkan lembaran uang tadi, tidak diduga si nenek malah menunduk kecewa dan menggeleng pelan. Sekali lagi diberi uang, sekali lagi nenek itu menolak.
Label:
Oase
Selasa, November 05, 2013
Cintailah Jalanmu
Written By Unknown on Selasa, 05 November 2013 | Selasa, November 05, 2013
Terik matahari memanggang tubuhnya. Di atas pasir dengan mata yang silau menatap langit. Setumpuk batu menindih dadanya membuatnya sulit bernafas lega. “ahad.. ahad..” itulah yang dia katakan. Kedamaian hati meneguh langkah. Tiada bergeming ia atas fisik yang terus disiksa.
Lain pula yang lain. Kekayaan, harta yang melimpah, pakaian yang mahal harganya. Terkenal pula dengan parfumnya. Sedemikan singkat waktu hingga semua menjadi sirna. Pakaian yang lusuh, tidak ada lagi parfum. Hingga Rasulullah menetes air matanya menatapnya. Sebuah konsekuensi pilihannya. Ia bahagia dalam resah pandangan orang lain.
Lain pula yang lain. Kekayaan, harta yang melimpah, pakaian yang mahal harganya. Terkenal pula dengan parfumnya. Sedemikan singkat waktu hingga semua menjadi sirna. Pakaian yang lusuh, tidak ada lagi parfum. Hingga Rasulullah menetes air matanya menatapnya. Sebuah konsekuensi pilihannya. Ia bahagia dalam resah pandangan orang lain.
Label:
Oase
Kamis, April 04, 2013
PADAMU KU TITIPKAN MIMPIKU
Written By Unknown on Kamis, 04 April 2013 | Kamis, April 04, 2013
Siang belum terlalu panas. Saya lirik jam tangan. Pukul sembilan kurang sedikit.
Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ yang baru saya masuki
lengang. Tidak banyak mahasiswa ataupun mahasiswi yang terlihat berlalu lalang.
Saya terpana melihat banyaknya gedung yang tinggi menjulang. Di mana gedung
pasca sarjana fakultas ekonomi? Kata panitia, acara akan mulai jam 9. Saya
hampir terlambat. Padahal sebenarnya, kalau bisa saya ingin tiba di sana sebelum
dua pembicara yang lain, agar punya bahan untuk menyiapkan mental dan bahan
pembicaraan. Saya memang ingin belajar disiplin, menghargai waktu, meski sampai
sekarang belum kunjung berhasil.
Dengan ransel yang tergendong di pundak,
saya terus melangkah. Karena bingung, maka saya berinisiatif bertanya kepada
satpam yang berada di pos jaga. Setelah mendapat jawaban, saya pun melangkah
lagi. Sepi, tak ada banyak mahasiswa maupun mahasiswi. Tapi, ada yang cukup
menarik dalam pandangan mata saya. Lambaian umbul-umbul merek rokok ternama yang
berdiri tegak di sepanjang lapangan rumput yang luas. Di tengah, ada sebuah
panggung megah dengan alat musik yang besar-besar. Ada dua tenda kecil di dekat
panggung itu.
Label:
Oase
Kamis, April 04, 2013
KETIKA ALLAH MENGGUGAT
Dalam sejarah, begitu mudah kita temukan sosok-sosok "pemfitnah Allah" ini,
sebut saja umpamanya Fir'aun, Haman, Qorun, Karl Marx, Nietzsche dan yang
lainnya. Namun, itu adalah indikasi orang yang "protes" kepada Allah tanpa ilmu,
tanpa petujuk, tanpa kitab (suci) yang menerangi (Qs. Al-Hajj [22]:
30).
Fir'aun, sebagaimana yang direkam oleh Al-Quran
menyatakan:
"Wahai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan
(bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak
melihat(nya)?" (Qs. Az-Zukhruf [43]: 51).
Label:
Oase
Kamis, April 04, 2013
BURUKNYA BERBURUK SANGKA
“Bu, ada saudara ibu mau ketemu," kata resepsionis kantor via
telepon.
“Siapa? tanyaku.
“Katanya dari Jalan Laswi," lanjut
resepsionis lagi.
“Duh. Pasti mau pinjam uang lagi," pikirku, “Gimana
yah, ini kerjaan banyak banget, tamu yang mau ketemu bos juga udah antri."
Hatiku memang agak berat menerima kedatangannya.
“Ya udah, suruh naik
aja," kataku pada resepsionis dengan berat hati.
Dari kejauhan terlihat
saudaraku menyusuri lorong menuju loby kantor. Tubuh kurus dengan pakaian
seadanya. Nampak jelas kesusahan hidup dari kerut-kerut di wajahnya. Senyumnya
lebar seakan ingin menutupi kesusahan hidupnya.
“Nie, apa kabar ?
Kelihatan agak gemuk sekarang. Koq udah lama gak pernah main ke rumah." Aku pun
menyambut kedatangannya dengan senyum yang dipaksakan.
“Duh, sekarang tuh
sibuk banget. Tiap hari pulang malam. Sabtu dan Minggu juga selalu ada
acara."
Aku tunggu kata-kata lanjutannya yang pasti tidak jauh dari soal
pinjam meminjam uang.
Label:
Oase
Kamis, April 04, 2013
Lidah Nggak Ada Tulangnya Kan ?
"Kalau bicara tuh hati-hati. Lidah nggak ada tulangnya, tapi hati ada darahnya."
Saya terus menerus mengingat nasihat seorang guru saya selagi masih di sekolah
menengah atas. Beliau memberikan nasihat itu untuk pembekalan para pengurus
kerohanian Islam sekolah kami, saya termasuk di dalamnya. Sepanjang hari setelah
acara pembekalan tersebut saya tak hentinya memikirkan kalimat itu. Klimaksnya,
saya datangi guru agama itu untuk menanyakan lebih lanjut.
"Lidah nggak
ada tulangnya saya mengerti pak, tapi apa kaitannya dengan hati nggak ada
darahnya?" tanya saya penasaran. Dengan tenang ia menepuk pundak saya dan
meminta saya duduk di sebelahnya. Kemudian ia mengarahkan telunjuknya ke dada
saya, "Muara setiap kata itu disini". Ah, saya makin bingung dengan
kata-katanya, belum saya pahami kalimat sebelumnya ditambah lagi kalimat baru
yang membuat saya makin menggaruk kepala.
Label:
Oase
Rabu, April 03, 2013
“Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, Karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.”(QS. Al-Baqarah : 19)
PETIR ; RAHMAT ATAU LAKNAT
Written By Unknown on Rabu, 03 April 2013 | Rabu, April 03, 2013
“Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, Karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.”(QS. Al-Baqarah : 19)
Manusia selalu merasa ngeri ketika mendengar kilat sambung-menyambungdan Guntur menggelegar. Sampai-sampai ada ungkapan sumpah, “Berani disambar gledek kalau gue bohong.” Orang Yunani menganggap petir dikuasai oleh dewa perang mars. Menurut kepercayaan primitive, petir diartikan dewa langit sedang murka.
Label:
Oase
Sabtu, Maret 30, 2013
Seorang guru berkata pada muridnya, "Wahai murid, saat kau bermeditasi nanti, jangan biarkan seekor harimau masuk ke dalam pikiranmu. Apapun yang muncul di hadapanmu, asal bukan harimau. Jangan pernah ijinkan harimau muncul di pikiranmu."
Gelap Takkan Jadi Gelap Bila Memejamkan Mata
Written By Unknown on Sabtu, 30 Maret 2013 | Sabtu, Maret 30, 2013
Seorang guru berkata pada muridnya, "Wahai murid, saat kau bermeditasi nanti, jangan biarkan seekor harimau masuk ke dalam pikiranmu. Apapun yang muncul di hadapanmu, asal bukan harimau. Jangan pernah ijinkan harimau muncul di pikiranmu."
Si muridpun mulai cemas memikirkan perkataan gurunya dan merasa ketakutan. Bagaimana bila ternyata harimau itu memang muncul. Apa yang kira-kira akan terjadi ya? Apakah ia akan selamat? Apakah harimau itu akan menerkamnya? Ketakutan demi ketakutan mulai mengganggu pikirannya, hingga tiba saatnya ia harus bermeditasi...
"Guru... guru...." teriak si murid. "Maafkan aku guru, tapi harimau itu memang muncul. Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ketakutan dan langsung bangun dari meditasiku. Aku takut harimau itu akan menerkamku," kata si murid sambil terisak.
Label:
Oase
Jumat, Maret 29, 2013
5 SENJATA WANITA YANG DAPAT MERUNTUHKAN LELAKI
Written By Unknown on Jumat, 29 Maret 2013 | Jumat, Maret 29, 2013
1. Airmatanya..
Semua pasti tahu bahwa airmata adalah senjata pemungkas setiap wanita..
Airmata adalah muara perasaan setiap wanita, baik dia disaat sedih, marah ataupn bahagia, emosinya bisa tumpah ruah dlm airmatanya..
So, para lelaki hati2lah dengan airmatanya wanita, jika memang itu untuk kebaikan, maka janganlah goyah dengan airmatanya..
2. Senyumnya :
Senyum wanita simbolik dengan kecantikan rupanya..
Label:
Oase


