Home » » Metode Dalam Ilmu Politik

Metode Dalam Ilmu Politik

Written By Unknown on Kamis, 22 November 2012 | Kamis, November 22, 2012

Semakin tepat kita menggunakan metode dan teknik dalam ilmu politik
akan semakin baik dalam menghampiri kenyataan politik. Hal ini sesuai dengan
pendapat Iswara (1974: 57) yang mengemukakan bahwa:
Metode dan teknik menjernihkan substansi, memisahkan
khayalan dari kenyataan. Semakin tepat dan intensif metode dan
teknik itu dipergunakan, semakin dekat ilmu itu akan kebenaran,
semakin diperkecil peranan khayalan dan harapan yang tidak
berlandaskan kenyataan.

Seperti juga ilmu-ilmu sosial pada umumnya, maka dalam metode
penelitian yang digunakan dalam ilmu politik juga menyangkut metode induksi
dan deduksi. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedurprosedur
paenarikan kesimpulan-kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan
proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus atas
dasar fakta-fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Bisaanya penggunaan
metode induksi ini lebih banyak digunakan dalam penelitian-penelitian kualitatif.
Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57), yang termasuk dalam metode induksi
tersebut mencakup metode deskriptif, metode analisis, metode evaluatif, metode
klasifikasi, dan metode perbandingan.

Yang dimaksud dengan metode deskriptif adalah sebagai prosedur
pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran-gambaran
terhadap kenyataan yang ada sekarang ini secara akurat. Hal ini berbeda dengan
metode analisis, yang menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap
masalah-masalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan
hubungannya fakta satu dengan lainnya.

Metode evaluatif, merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomenafenomena
politik yang bersifat menentukan terhadap fakta-fakta yang
dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak.
Kemudian yang dimaksud dengan metode klasifikasi, adalah metode yang
melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara
teratur yang masing-masing menunjukkan hubungan timbal-balik. Klasifikasi ini
dalam pengertian sempit dipandang sebagai salah satu cara untuk mengadakan
tabulasi data terhadap kualitas data masing-masing (Ciarke, 1971; 42). Sedangkan
metode perbandingan, merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan
pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan, dengan maksud
untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian
politik tersebut.

Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Dalam
penggunaan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun posedur dengan
penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum ke yang khusus, dan bisaanya
penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif
(Supardan, 2004: 157).

Pada bagian lain Iswara (1974: 57) metode-metode lainnya banyak
digunakan dalam kajian ilmu politik juga menggunakan metode-metode: (1)
metode filosofis; (2) metode yuridis atau legislatis; (3) metode historis; (4) metode
ekonomis; (5) metode sosiologis; (6) metode psikologis. Namun demikian berbeda
dengan The Liang Gie (1969: 116), bahwa beberapa metode penelitian ilmu
politik yang banyak digunakan adalah metode; (1) observasi; (2) analisis; (3)
klasifikasi; (4) pengukuran atau meassurement; (5) perbandingan atau
comparration, dan (6) penyelidikan atau survey.

Sumber: http://id.shvoong.com
Share this article :

Kunjungan

Update

 
Copyright © 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | Arif Sobarudin