A .BAB I
PENDAHULUAN
I. Latar Belakang
Salah
satu ciri khas manusia adalah selalu berusaha untuk mengetahui
sesuatu.Untuk mengetahui sesuatu yang sama sekali baru seseorang
seringkali kebingungan. Mereka bingung dan tidak tahu mau menggunakan
cara apa dan memulai dari mana untuk menjawab keingintahuan mereka.
Sebagai
manusia dan bagian dari dunia kependidikan, guru dalam kesehariannya
menjalankan tugas seringkali menemukan berbagai
permasalahan.Permasalahan - permasalahan yang guru hadapi sudah tentu
membutuhkan penyelesaian. Salah satu cara penyelesaian permasalahan
tersebut adalah dengan melakukan penelitian. Metodologi penelitian
merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui sesuatu
yang belum mereka ketahui atau memecahkan masalah yang mereka temui dan
pada akhirnya menemukan cara penyelesaiannya.
Metodologi
penelitian menggunakan beberapa metode pendekatan dalam menyelesaikan
suatu permasalahan. Untuk menyelesaikan suatu permasalahan ataupun
pertanyaan dibutuhkan metode penelitian tertentu. Beda permasalahan atau
pertanyaan membutuhkan penggunaan metode penelitain yang berbeda
pula. Pemilihan suatu metode penelitian ataupun jenis penelitian yang
dilakukan akan sangat menentukan keberhasilan penyelesaian suatu
masalah.
Mengingat
tentang pentingnya peranan penelitian maka guru sebagai bagian dari
dunia kependidikan yang seringkali menemukan permasalahan dalam hal
pembelajaran ataupun berbagai permasalahan pendidikan lainnya dipandang
perlu untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang penelitian itu
sendiri.
Suatu
contoh permasalahan atau pertanyaan yang timbul dibenak guru yaitu
tentang bagaimanakah tanggapan siswa terhadap penggunaan obyektiftes dan
essay tes pada ulangan harian yang diberikan oleh guru serta model tes
yang manakah yang disenangi siswa?. Pertanyaan tersebut dapat terjawab
dengan melakukan penelitian survey oleh karena itu pengetahuan tentang
penelitian survey sangat diperlukan guna menjawab secara tuntas permasalahan tersebut.
II. Rumusan Masalah
Untuk mengetahui lebih jelas tentang penelitian survey, ada beberapa masalah yang kami rumuskan yaitu:
1. Apakah prinsip-prinsip dari penelitian survey?
2. Ada berapa jenis penelitian survey?
3. Bagaimanakah prosedur penelitian survey?
III.Tujuan
Adapun tujuannya adalah untuk:
1. Mengetahui prinsip-prinsip dari penelitian survey.
2. Mengetahuijenis-jenispenelitian survey.
3. Mengetahuiprosedurpenelitian survey.
BAB II
PEMBAHASAN
Menurut
Singarimbun dan Effendi (1989), penelitian survey adalah penelitian
yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner
sebagai alat pengumpul data yang pokok.
Menurut
Daniel dalam Balipaper (2010) , Survei merupakan pengamatan atau
penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap
suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu atau
suatu studi ekstensif yang dipolakan untuk memperoleh
informasi-informasi yang dibutuhkan.
Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud:
a. Penjajagan (eksploratif)
b. Deskriptif
c. Penjelasan (explanatory atau confirmatory), yakni untuk menjelaskan hubungan kasual dan pengujian hipotessa
d. Evaluasi
e. Prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang
f. Penelitian operasional
g. Pengembangan indikator-indikator sosial (Singarimbun dan Effendi, 1989)
Pertama
Survei untuk tujuan eksplorasi atau penjajagan. Dalam hal ini, peneliti
tidak memiliki hipotesis atas permasalahan yang akan dipecahkan melalui
survei yang dilakukaannya. Sebagai contoh pada saat pemerintah
mengeluarkan kebijakan tentang kurikulum baru maka peneliti dapat
melakukan survey eksplorasi untuk mengetahui sikatp guru terhadap
kurikulum baru tersebut. Peneliti juga dapat melakukan survey eksplorasi
terhadap keputusan pemerintah menetapkan standar pendidikan yang baru
selain kurikulum.
Kedua,
penelitian survei juga ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan
dalam kondisi tertentu. Misalnya, survei untuk mendeskripsikan seberapa
jauh kurikulum baru telah terimplementasi di lapangan, termasuk di
dalamnya deskripsi tentang usaha-usaha yang telah dilakukan oleh
pemerintah untuk mengawal kurikulum baru tersebut.
Ketiga,
penelitian survei untuk mencari penjelasan atau eksplanasi atas suatu
keadaan. Seperti penelitian untuk mencari faktor-faktor yang menjadi
peneyebab terjadinya anak putus sekolah, atau penyebab terjadinya
kegagalan dalam mencapai prestasi dalam ujian nasonal. Dalam hal ini,
apeneliti akan menghimpun bukti empiric tentang variable-variabel yang
diduga menjadi penyebab tersebut.
Keempat
penelitian survei untuk tujuan mengevaluasi keberhasilan program
(efektifitas dan efisiensinya). Dalam hal ini dapat pula untuk mencari
umpan balik sebagai dasar perbaikan terhadap program yang sedang
berjalan (formatif) atau mencari umpan balik untuk mengambil keputusan
apakah program perlu dievisi/diganti jika akan dilaksanakan kembali
(sumatif). Seberapa jauh program Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
sebagai suatu bentu desentralisasi dan otonomi pendidikan sudah dapat
berjalan akan data dijawab melalui penelitian survei evaluatif.
Kelima,
penelitian survei juga dapat untuk menggali prediksi atas suatu
kebijakan yang akan diterapkan. Seperti adanya kebijakan akan
diterapkannya kurikulum baru, akan dapat digali pendapat umum mengenai
seberapa jauh kemungkinan keberhasilannya.
Ketujuh,
penelitian survei untuk membuat proyeksi ke depan. Misal dengan adanya
kurikulum baru yang menurut penjelasannya sudah dikurangi muatan jam
pertemuannya, apakah menjadikan peserta didik dapat meraih hasil yang
lebih baik.
Kedelapan,
penelitian survei untuk tujuan operasional. Misalnya, survei untuk
menggali berbagai faktor yang akan mendukung dan menghambat penerapan
suatu kebijakan baru, bagaimana jalannya kebijakan tersebut dan
bagaimana hasil yang akan dicapai.
Kesembilan,
penelitian survei untuk mengembangkan indikator sosial secara berkala.
Seperti survei untuk menentukan indicator pemerataan pendidikan,
indikator tingkat pencapaian prestasi siswa secara nasional (Subali,
2010).
II. Jenis – Jenis Penelitian Survey
Dalam
konteks pendidikan dan tingkah laku, penelitian survey minimal dapat
dikelompokkan menjadi lima macam yaitu (Sukardi, 2007):
a. Survey Catatan
Jenis survey ini sering disebut survey of records, karena
dalam kegiatan penelitian ini banyak menggunakan sumber-sumber yang
berupa catata atau informasi nonreaksi. Dalam penelitian nonreaksi ini,
penelitian ini biasanya tidak banyak melibatkan jawaban langsung dari
subjek orang atau subjek yang diteliti. Survey model catatan ini
mempunyai keuntungan dibanding model lainnya, yaitu bahwa objektivitas
informasi yang diperolah lebih objektif dan bisa dipertanggungjawabkan.
Disamping itu, survey menggunakan sumber catatan ini mempunyai
kelebihan, termasuk:
· Catatan merupakan sumber informasi yang tidak dapat bereaksi terhadap perlakuan yang diterima yang berasal dari peneliti,
· Sumber-sumber yang ada, murah dan tidak berpindah-pindah tempat, sehingga lebih cepat diakses
· Catatan
yang ada memungkinkan dilakukan perbandingan secara historis adan
dilakukan secara analisis kecenderungan dari suatu keadaan ke keadaan
lain yang berbeda, dan
· Jika catatan tepat dan up to date, mereka dapat menjadi acuan perbandingan yang sangat baik.
Disamping
kelebihan diatas, survey menggunakan sumber catatan juga mempunyai
kelemahan yang apabila peneliti tidak menyadari akan dapat meminimalkan
efektivitas penelitian itu sendiri. Beberapa kelemahan yang dimiliki
oleh penelitian survey catatan diantaranya adalah sebagai berikut:
· Peneliti terhalang dengan sumber catatan yang memiliki sifat confidential atau rahasia Negara, kelompok, atau mungkin juga pribadi.
· Sumber-sumber catatan mungkin sekali tidak lengkap, tidak tepat, dan obsolete atau kadaluwarsa
· Adanya aturan untuk usia suatu catatan dapat diketahui public sehingga membuat perbandingan tidak valid, misalnya catatan higky secret negara maka baru se5telah masa 30 tahun, rahasia negara tersebut dapat dubuka untuk diketahui public.
· Catatan
dapat menyebabkan salah persepsi, utamanya jika peneliti tidak
menerangkan bagaimana catatan dikumpulkan dan diadministrasi
· Tujuan
pencatatan biasanya tidak berhubungan dengan kegiatan survey. Oleh
karena itu, peneliti menyeleksi bagian informasi yang relevan dan
menganalisisnya dengan menggunakan teknik yang tepat.
· Catatan pada umumnya hanya berupa informasi factual yang masih memerlukan kajian lebih lanjut guna mencapai kebermaknaannya.
b. Survei Menggunakan Angket
Jenis
kedua adalah metode survei dengan menggunakan angket atau kuisioner.
Survei dengan angket biasanya didistribusikan ke responden melalui jasa
pos. Dinegara-negara dimana masyarakatnya lebih maju tingkat
pendidikannya, penelitian ini temasuk aman, tetapi untuk negara kita
masih memerlukan pencermatan secara insentif. Walaupun demikian,
sebaiknya kita perlu mengetahui keunggulan dan kelemahan penelitian
survey dengan menggunakan angket sebagai alat pengumpul data.
· Merupakan
penelitian dengan biaya murah, jika dibandingkan dengan menggunakan
alat pengumpul data lainnya, misalnya : wawancara dan observasi,
· Dapat menjangkau responden dengan jumlah besar dan tempat tinggal yang jauh
· Dapat direncanakan dengan penampilam angket bagus, sederhana, dan menarik.
· Dapat direncanakan dengan penampilan angket bagus, sederhana, dan menarik.
· Dapat diadministrasi dengan lebih mudah, dan
· Karena alasan tertentu, pengisian angket dapat dilakukan dengan model anonym atau merahasiakan nama responden
· Kemungkinan
terjadi tingkat pengembalian responden rendah. Ini terjadi jika
responden memiliki tingkat pendidikan rendah atau banyak melibatkan
orang-orang tua.
· Tidak ada kepastian bahwa pertanyaan dalm angket diketahui maksudanya oleh responden
· Tidak ada kepastian bahwa yang menjawab adalah responden yang dimaksud oleh peneliti
c. Penelitian Survei Melalui Telepon
Penelitian
survey jenis lainnya adalah penelitian dengan menggunakan jasa telepon.
Pada penelitian ini, peneliti dengan menggunakan buku petunjuk telepon
(buku kuning) menghubungi responden, kemudian mengatakan kepada mereka
maksud dan tujuannya memperoleh informasi yang diinginkan adalah jawaban
dari mereka.
Seiring
dengan kemajuan teknologi, penelitian survey melalui telepon juga maju
dan banyak digunakan baikd alam bidang pendidikan maupun pada penelitian
social. Karenanya penelitian ini ternyata juga mempunyai keunggulan dan
kelemahan.
Sepeti
model penelitian lainnya survey menggunakan telepon, mempunyai beberapa
keunggulan beberapa diantaranya, yaitu sebagai berikut:
· Lebih mudarh jika dibandingkan dengan metode wawancara langsung
· Mamungkinkan meghibungi respoden dalam jumlah besar
· Dapat dilakukan dengan waktu fleksibel, misalnya siang dan sore hari dimana para responden sudah berada dirumahnya masing-masing
· Dapat mencakup daerah tinggal yang lebih luas, yaitu dimana responden berdomisili
· Responden merasa lebih mudah dalam berkomunikasi, misalnya: di rumah, mereka masing-masing dan mereka cenderung lebih jujur
· Banyak penduduk yang belum memeiliki pesawat komunikasi telepon. Kondisi ini jika diabaikan akan mempengaruhi tingkat representativeness atau keterwakilan responden
· Strata
masyarakat yang ada tidak dapat dijangkau generalisasi yang terwakili,
karena tidak semua masyarakat memiliki sarana komunikasi telepon
· Hilangnya
beberapa keuntungan yang ada pada wawancara langsung seperti hilangnya
ekspresi wajah, gerak anggota badan tangan dan kaki, serta gambaran
lingkungan rumah responden.
d. Survei Menggunakan Wawancara Kelompok
Penelitian
survey lain yang juga banyak digunakan oleh para peneliti adalah survey
dengan menggunakan wawancara kelompok. Teknik ini mirip dengan
wawancara perorangan. Peneliti dalam menggali informasid alam grup,
memungkinkan terjadinya interaksi di antara anggota kelompok dan dengan
peneliti, sehingga menghasilkan suatu gambaran yang lebih baik tentang
keadaan subjek atau objek yang diteliti.
Penelitian survey dengan menggunakan gurp wawancara mempunyai beberapa keuntungan, yaitu sebagai berikut.]
· Cara tersebut lebih efiseien dan lebih murah jika dibandingkan dengan wawancara secara individual
· Hasil survey lebih merefleksikan tingkah laku kelompok dan merupakan hasil consensus antarresponden
· Menunjukkan adanya bentuk interaksi kelompok dalam suatu lembaga
· Dapat meragsang produktivitas yang lebih tinggi diantara kelompok
Disamping
kelebihan diatas, survey dengan menggunakan wawancara kelompok juga
mempunyai kelemahan, yang perlu diketahui oleh para peneliti. Beberapa
kelemahan tersebut diantaranya ialah :
· Adanya
interaksi antaranggota dalam suatu kelompok, memungkinkan terjadi rasa
terintimidasi perbendaan yanga ada dalam individual
· Menimbulkan loyalitas kelompok yang dapat mempengaruhi keadaan kelompok tersebut
· Memungkinkan terjadinya manipulasi oleh anggota grup memiliki kelebihan, misalnya pandai bicara
e. Survei dengan Melakukan Wawancara Individual
Penelitian
survey jenis yang kelima ini merupakan survey dengan menggunakan
pendekatan konvesional, yaitu wawancara perorangan. Pada penelitian
dengan wawancara individual ini lebih berhasil apabila peneliti merasa
tertantang atau challenging untuk melakukan eksplorasi permasalahan dengan informasi terbatas.
· Dapat lebih bersifat personal
· Memungkinkan terjadinya wawancara yang mendalam dengan jawaban bebas
· Proses dapat fleksibel dengan menyesuaikan situasi dan kondisi lapangan yang ada
· Memunkinkan
peneliti memperoleh informasi tambahan dari responden yang ebrkaitan
dengan gerakan tangan, badan, nada, dan suara jawaban.
· Lingkungan rumah juga dapat meningkatkan ketepatan teknik wawancara.
· Lebih
mahal dan memerlukan waktu lama, memungkinkan terjadinya intimidasi
ketika terjadi hal yang mengecewakan responden, misalnya: karena atribut
yang dimiliki responden yang berbeda. Atribut tersebut misalnya :
perbendaan ras, perbedaan etnis, perbedaan latar belakang social antara
peneliti dan responden
· Terjadinya manipulasi secara terang-terangan dari pewawancara
· Memungkinkan terjadinya konflik pribadi
· Memerlukan ketrampilan berwawancara
· Mungkin sulit menyimpulkan hasil temuan wawancara
III. LANGKAH-LANGKAH (PROSEDUR) PENELITIAN SURVEY
Secara umum survei dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni:
1) Menentukan masalah penelitian ;
2) Membuat desain survei ;
3) Mengembangkan instrumen survei;
4) Menentukan sampel;
5) Melakukan pre-test;
6) Mengumpulkan data;
7) Memeriksa data (editing);
8) Mengkode data;
9) Data entry;
10) Pengolahan dan analisis data;
11) Interpretasi data; dan
12) Membuat kesimpulan serta rekomendasi (Yusuf, I.A, 2010).
BAB III
KESIMPULAN
I. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalahini adalah:
1. Menurut
Singarimbun dan Effendi (1998), penelitian survey adalah penelitian
yang mengambil sample dari satu populasi dan menggunakan kuisioner
sebagai alat pengumpul data yang pokok.
2. Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud penjajagan (eksploratif), deskriptif, penjelasan (explanatory atau confirmatory), evaluasi, prediksi, penelitian operasional dan pengembangan indikator-indikator social.
3. Dalam
konteks pendidikan dan tingkah laku, penelitian survey minimal dapat
dikelompokkan menjadi lima macam yaitu survey catatan, survey
menggunakan angket, penelitian survey melalui telepon, survey
menggunakan wawancara kelompok, survey dengan menggunakan wawancara
individual.
4. Secara umum survei dilakukan dalam beberapa tahapan, yakni 1) Menentukan masalah penelitian ; 2)
Membuat desain survei ; 3) Mengembangkan instrumen survei; 4)
Menentukan sampel; 5) Melakukan pre-test; 6) Mengumpulkan data; 7)
Memeriksa data (editing); 8) Mengkode data; 9) Data entry; 10)
Pengolahan dan analisis data; 11) Interpretasi data; dan 12) Membuat
kesimpulan serta rekomendasi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010, Penelitian Survei dalam Pendidikan, http://balipaper.wordpress.com/2010/06/11/penelitian-survei-dalam-pendidikan/, diakses pada tanggal 28 Maret 2011
Subali, Bambang, 2010, Metodologi Penelitian Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Sukardi, 2007, Metodologi Penelitian Pendidikan, Media Grafika, Jakarta
Singarimbun, M., Effendi, S, 1989, Metode Penelitian Survey, PT. Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta.
Prasetyo, B dan Jannah, L. M., 2011, Metode Penelitian Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta.
Yusuf, Iwan, A, 2011, Bahas Tuntas Langkah-Langkah Penelitian Survey
sumber: http://ikhaambotuo.blogspot.com/2012/03/makalah-penelitian-survey-disusunoleh.html