Metode
dan Proses Penelitian
1.
Penelitian
survey
Dalam kamus disebutkan pengertian survey, yaitu tindakan
mengukur atau memperkirakan. Dalam survey, informasi dikumpulkan dari responden
dengan menggunakan kuesioner juga bisa dengan menggunakan interview. Umumnya,
pengertian survey dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sample
atas populasi untuk mewakili seluruh populasi. Ini berbeda dengan sensus yang
informasinya dikumpulkan dari seluruh populasi. Namun dalam penelitian survey lebih berarti sebagai suatu cara melakukan
pengamatan di mana indikator mengenai variabel adalah jawaban-jawaban terhadap
pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis.
Dengan demikian penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari
satu populasi dan menggunakan kuesioner
sabagai alat pengumpulan data yang pokok.
Pada umumnya yang merupakan unit
analisa dalam penelitian survey adalah individu. Untuk penelitian tertentu,
unit analisa mungkin beberapa anak yang tidak melanjutkan pendidikan atau anak
/remaja yang tidak melanjutkan pendidikan dengan anak/remaja yang melanjutkan
pendidikan secara keseluruhan di suatu tempat tertentu tetapi satu interview
untuk kuesioner tetap ditunjukan untuk satu anak/remaja.
Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud
1. Penjajagan
(eksploratif)
2. Deskriptif
3. Penjelasan
(explanatory atau konfirmatori) yakni untuk menjelasakan hubungan kausal dan
pengujian hipotesa,
4. evaluasi
5. prediksi
atau meramalkan kejadian tertentu dimasa yang akan datang
6. penelitian
operasional
7. pengembangan
indikator-indikator sosial
penelitian penjajagan atau
exsploratif bersifat terbuka, masih mencari-cari. Artinya Pengetahuan peneliti
tentang masalah yang akan diteliti masih terlalu tipis untuk dapat melakukan
studi deskriptif. Jadi penelitian penjajagan atau exsploratif bersifat terbuka
harus bisa terkumpul terlebih dahulu jawaban-jawaban dari pertanyaan yang di
ajukan kepada responden agar lebih jelas saat melakukan studi deskriptif.
Penelitian deskriptif dimaksudkan
untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu, misanya
penceraian, pengangguran, keadaan gizi, pendidikan dan lain-lain. Peneliti
mengembangkan fakta dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian
hipotesa.
Apabila untuk data yang sama
peneliti menjelaskan hubungan kausal antara variable-variable melalui pengujian
hipotesa, maka penelitian tersebut tidak lagi dinamakan penelitian deskriptif
melainkan penelitian pengujian hipotesa atau penelitian penjelasan. Jadi
perbedaan pokok antara penelitian deskriptif dan penelitian penjelasa tidaklah
terletak pada sifat datanya melainkan pada sifat analisanya.
Kegunaan lainya dari penelitian
survey adalah evaluasi. Secara umum terdapat dua jenis penelitian evaluasi,
yakni :
a. evaluasi
formatif biasanya melihat dan meneliti pelaksanaan suatu program, mencari umpan
balik untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut.
b. evaluasi
summative biasanya dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur apakah tujuan
program tersebut tercapai.
Hasil survey dapat juga dapat
digunakan untuk mengadakan prediksi mengenai fenomena tertentu. contoh, apabila
mensurvei penduduk pulau jawa yang dapat disimpulkan sebagai pulau terpadat di
Indonesia maka pemerintah dapat memprediksi bahwa pulau jawa dalam beberapa
tahun akan bertambah dan harus mengambil kebijakan tertentu.
Pada penelitian operasional, pusat
penelitian adalah variable-variable yang berkaitan dengan aspek operasional
suatu program. Setelah di identifikasi hambatan-hambatan operasional,
penelitian dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut.
2.
Penelitian eksperimen
Eksperimen merupakan salah satu
metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian
pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian eksperimen sangat sesuai untuk
pengujian hipotesa tertentu dan dimaksudkan untuk mengetahui hubungan sebab
akibat (cause and effect relationship) variable penelitian dengan cara
mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi
eksperimen. Pelaksanaannya memerlukan konsep dan variable yang jelsa sekali dan
pengukuranya yang cermat. Penelitian eksperimen dilakukan di laboratorium
dikelas di lapangan. Eksperimen dapat dilakukan tanpa atau dengan kelompok pembanding.
Contoh penelitan eksperimen yaitu
apabila kita ingin mengetahui keberhasilan kerja seseorang kita dapat melakukan
perbandingan antara orang yang diberi modal dan dilakukakan pembinaan, orang
yang diberi modal tapi tidak dilakukan pembinaan dan orang yang tidak diberi
modal dan tidak ada pembinaan. Setelah beberapa waktu kita dapat menyimpulkan
mana yang akan lebih sukses dari tiga orang yang kita teliti tersebut.
3.
Grounded
Research
Grounded Research menyajikan suatu
pendekatan yang baru. Data merupaka sumber teori, teori berdasarka sumber
data, dank arena itu dinamakan grounded.
Kategori-kategori dan konsep-konsep dikembangkan oleh peneliti dilapangan. Data
yang bertambah dimanfaatkan untuk verifikasi teori yang timbul dilapangan, yang
terus menerus di sempurnakan selama penelitian berlangsung.
Grouded research merupakan reaksi
yang tajam dan sekaligus menyajikan jalan keluar dari “stagnasi teori” dalam
ilmu-ilmu sosial, dengan menitikberatkan pada sosiologi. Kritik dilontarkan
baik kepada pendekatan yang kuantitatif maupun yang kualitatif yang selama ini
dilakukan hal ini merupaka kritik terhadap keterikatan para peneliti yang
berlebihan terhadap teori-teori yang sangat umum (grand theories). Hal ini
menjurus kapada studi verifikasi yang bermunculan, yakni verifikasi dari
teori-teori tersebut melalui pendekatan kuantitatif dan tes statistic. Hasil akhir dari
penelitian merupakan verifikasi dari teori atau hipotesis, untuk diterima atau
ditolak. Dengan demikian penelitian tidak bertitik tolak dari data atau situasi
sosial tersebur, tetapi dari konsep, hipotesa dan teori yang sudah mapan yang
mungkin sekali tidak relevan untuk situasi sosial yang khas dari masyarakat
yang diteliti. Karena sifatnya verifikasi atau pengecekan terhadap teori yang sudah tersedia, maka teori-teori baru
tidak tumbuh dan berkembang. Sebaliknya terkadang timbul teori baru tetepi
tidak pula berlandaskan data, jadi terlepas dari data.
4.
Kombinasi
Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
Dalam upaya memperkaya data dan
lebih memahami fenomena sosial yang diteliti,terdapat usaha untuk menambahkan
informasi kualitatif pada data kuantitatif. Dalam penelitian survey, umpamanya,
data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan slip, yakni sepotong kertas yang
khusus disediakan untuk itu, disamping penggunaan kuesioner. Apabila responden
memberikan keterangan kualitatif tambahan terhadap pertanyaan tertentu, maka
asisten lapangan mencatatnya pada slip, informasi tambahan lainya-kalau ada-
yang dianggap bermanfaat, ditulis pada slip. Slip diberi identifikasi, baik
nomor dan nama responden, maupun acuanya pada nomor pertanyaan dalam
kuesioner, slip disusun secara
sistematis untuk digunakan waktu menganalisa data.
Terdapat pula penelitian yang
menggunakan kusioner tetapi baik peneliti utama maupun para asisten tinggal
dilapangan selama penelitian dilakukan. Data dihimpun melalui kusioner yang
disiapkan sebelumnya dan kemudian diperbaiki dilapangan, ditambah dengan
wawancara bebas dan observasi.
5.
Analisa Data
Sekunder
Secara umum data sekunder merupakan data yang diperoleh
dengan pihak lain, dalam artian data sekunder di dapat melalui pihak kedua
yaitu datar pustaka.
6. Proses
Penelitian
Penelitian merupakan suatu proses
yang panjang. Ia berawal pada minat untuk mengetahui fenomena tertentu dan selanjutnya
berkembang menjadi gagasan, teori, konseptualisasi, pemilihan metode penelitian
yang sesuai, dan seterusnya. Pada giliranya, melahirkan melahirka gagasan dan
teori baru pula sehingga merupakan suatu proses yang tiada hentinya.
Seperti yang disebut diatas,
berbagai tahap harus ditempuh hingga tercapai hasil penelitian yang memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah dan tiap tahap perlu dilaksanakan dengan kritis, cermat,
dan sistematis.
Langkah-langkah yang biasa ditempuh dalam
pelaksanaan survey adalah sebagai berikut;
1. Merumuskan
masalah penelitian dan merumuskan tujuan survey.
2. Menentukan
konsep dan hipotesa serta menggali kepustakaan. Adakalanya hipotesa tidak
diperlukan, misalnya pada penelitian operasional.
3. Pengambilan
sampel
4. Pembuatan
kuesioner
5. Pekerjaan
lapangan, termasuk memilih dan melatih pewawancara
6. Pengelolaan
data
7. Analisa
dan pelaporan.