Home » » Metode dan Proses Penelitian

Metode dan Proses Penelitian

Written By Unknown on Senin, 01 Oktober 2012 | Senin, Oktober 01, 2012

Metode dan Proses Penelitian
1.      Penelitian survey
Dalam kamus disebutkan pengertian survey, yaitu tindakan mengukur atau memperkirakan. Dalam survey, informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner juga bisa dengan menggunakan interview. Umumnya, pengertian survey dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sample atas populasi untuk mewakili seluruh populasi. Ini berbeda dengan sensus yang informasinya dikumpulkan dari seluruh populasi.  Namun dalam penelitian survey lebih berarti sebagai suatu cara melakukan pengamatan di mana indikator mengenai variabel adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada responden baik secara lisan maupun tertulis. Dengan demikian penelitian survey adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dan  menggunakan kuesioner sabagai alat pengumpulan data yang pokok.
Pada umumnya yang merupakan unit analisa dalam penelitian survey adalah individu. Untuk penelitian tertentu, unit analisa mungkin beberapa anak yang tidak melanjutkan pendidikan atau anak /remaja yang tidak melanjutkan pendidikan dengan anak/remaja yang melanjutkan pendidikan secara keseluruhan di suatu tempat tertentu tetapi satu interview untuk kuesioner tetap ditunjukan untuk satu anak/remaja.
Penelitian survey dapat digunakan untuk maksud
1.      Penjajagan (eksploratif)
2.      Deskriptif
3.      Penjelasan (explanatory atau konfirmatori) yakni untuk menjelasakan hubungan kausal dan pengujian hipotesa,
4.      evaluasi
5.      prediksi atau meramalkan kejadian tertentu dimasa yang akan datang
6.      penelitian operasional
7.      pengembangan indikator-indikator sosial
penelitian penjajagan atau exsploratif bersifat terbuka, masih mencari-cari. Artinya Pengetahuan peneliti tentang masalah yang akan diteliti masih terlalu tipis untuk dapat melakukan studi deskriptif. Jadi penelitian penjajagan atau exsploratif bersifat terbuka harus bisa terkumpul terlebih dahulu jawaban-jawaban dari pertanyaan yang di ajukan kepada responden agar lebih jelas saat melakukan studi deskriptif.
Penelitian deskriptif dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap fenomena sosial tertentu, misanya penceraian, pengangguran, keadaan gizi, pendidikan dan lain-lain. Peneliti mengembangkan fakta dan menghimpun fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesa.
Apabila untuk data yang sama peneliti menjelaskan hubungan kausal antara variable-variable melalui pengujian hipotesa, maka penelitian tersebut tidak lagi dinamakan penelitian deskriptif melainkan penelitian pengujian hipotesa atau penelitian penjelasan. Jadi perbedaan pokok antara penelitian deskriptif dan penelitian penjelasa tidaklah terletak pada sifat datanya melainkan pada sifat analisanya.
Kegunaan lainya dari penelitian survey adalah evaluasi. Secara umum terdapat dua jenis penelitian evaluasi, yakni :
a.       evaluasi formatif biasanya melihat dan meneliti pelaksanaan suatu program, mencari umpan balik untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut.
b.      evaluasi summative biasanya dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur apakah tujuan program tersebut tercapai.
Hasil survey dapat juga dapat digunakan untuk mengadakan prediksi mengenai fenomena tertentu. contoh, apabila mensurvei penduduk pulau jawa yang dapat disimpulkan sebagai pulau terpadat di Indonesia maka pemerintah dapat memprediksi bahwa pulau jawa dalam beberapa tahun akan bertambah dan harus mengambil kebijakan tertentu.
Pada penelitian operasional, pusat penelitian adalah variable-variable yang berkaitan dengan aspek operasional suatu program. Setelah di identifikasi hambatan-hambatan operasional, penelitian dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut.
2.      Penelitian eksperimen
Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian eksperimen sangat sesuai untuk pengujian hipotesa tertentu dan dimaksudkan untuk mengetahui hubungan sebab akibat (cause and effect relationship) variable penelitian dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Pelaksanaannya memerlukan konsep dan variable yang jelsa sekali dan pengukuranya yang cermat. Penelitian eksperimen dilakukan di laboratorium dikelas di lapangan. Eksperimen dapat dilakukan tanpa  atau dengan kelompok pembanding.
Contoh penelitan eksperimen yaitu apabila kita ingin mengetahui keberhasilan kerja seseorang kita dapat melakukan perbandingan antara orang yang diberi modal dan dilakukakan pembinaan, orang yang diberi modal tapi tidak dilakukan pembinaan dan orang yang tidak diberi modal dan tidak ada pembinaan. Setelah beberapa waktu kita dapat menyimpulkan mana yang akan lebih sukses dari tiga orang yang kita teliti tersebut.
3.      Grounded Research
Grounded Research menyajikan suatu pendekatan yang baru. Data merupaka sumber teori, teori berdasarka sumber data,  dank arena itu dinamakan grounded. Kategori-kategori dan konsep-konsep dikembangkan oleh peneliti dilapangan. Data yang bertambah dimanfaatkan untuk verifikasi teori yang timbul dilapangan, yang terus menerus di sempurnakan selama penelitian berlangsung.
Grouded research merupakan reaksi yang tajam dan sekaligus menyajikan jalan keluar dari “stagnasi teori” dalam ilmu-ilmu sosial, dengan menitikberatkan pada sosiologi. Kritik dilontarkan baik kepada pendekatan yang kuantitatif maupun yang kualitatif yang selama ini dilakukan hal ini merupaka kritik terhadap keterikatan para peneliti yang berlebihan terhadap teori-teori yang sangat umum (grand theories). Hal ini menjurus kapada studi verifikasi yang bermunculan, yakni verifikasi dari teori-teori tersebut melalui pendekatan kuantitatif  dan tes statistic. Hasil akhir dari penelitian merupakan verifikasi dari teori atau hipotesis, untuk diterima atau ditolak. Dengan demikian penelitian tidak bertitik tolak dari data atau situasi sosial tersebur, tetapi dari konsep, hipotesa dan teori yang sudah mapan yang mungkin sekali tidak relevan untuk situasi sosial yang khas dari masyarakat yang diteliti. Karena sifatnya verifikasi atau pengecekan terhadap teori  yang sudah tersedia, maka teori-teori baru tidak tumbuh dan berkembang. Sebaliknya terkadang timbul teori baru tetepi tidak pula berlandaskan data, jadi terlepas dari data.
4.      Kombinasi Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
Dalam upaya memperkaya data dan lebih memahami fenomena sosial yang diteliti,terdapat usaha untuk menambahkan informasi kualitatif pada data kuantitatif. Dalam penelitian survey, umpamanya, data kualitatif dikumpulkan dengan menggunakan slip, yakni sepotong kertas yang khusus disediakan untuk itu, disamping penggunaan kuesioner. Apabila responden memberikan keterangan kualitatif tambahan terhadap pertanyaan tertentu, maka asisten lapangan mencatatnya pada slip, informasi tambahan lainya-kalau ada- yang dianggap bermanfaat, ditulis pada slip. Slip diberi identifikasi, baik nomor dan nama responden, maupun acuanya pada nomor pertanyaan dalam kuesioner,  slip disusun secara sistematis untuk digunakan waktu menganalisa data.
Terdapat pula penelitian yang menggunakan kusioner tetapi baik peneliti utama maupun para asisten tinggal dilapangan selama penelitian dilakukan. Data dihimpun melalui kusioner yang disiapkan sebelumnya dan kemudian diperbaiki dilapangan, ditambah dengan wawancara bebas dan observasi.
5.      Analisa Data Sekunder
Secara umum data sekunder merupakan data yang diperoleh dengan pihak lain, dalam artian data sekunder di dapat melalui pihak kedua yaitu datar pustaka.
6.      Proses Penelitian
Penelitian merupakan suatu proses yang panjang. Ia berawal pada minat untuk mengetahui fenomena tertentu dan selanjutnya berkembang menjadi gagasan, teori, konseptualisasi, pemilihan metode penelitian yang sesuai, dan seterusnya. Pada giliranya, melahirkan melahirka gagasan dan teori baru pula sehingga merupakan suatu proses yang tiada hentinya.
Seperti yang disebut diatas, berbagai tahap harus ditempuh hingga tercapai hasil penelitian yang memenuhi kaidah-kaidah ilmiah dan tiap tahap perlu dilaksanakan dengan kritis, cermat, dan sistematis.
Langkah-langkah yang biasa ditempuh dalam pelaksanaan survey adalah sebagai berikut;
1.      Merumuskan masalah penelitian dan merumuskan tujuan survey.
2.      Menentukan konsep dan hipotesa serta menggali kepustakaan. Adakalanya hipotesa tidak diperlukan, misalnya pada penelitian operasional.
3.      Pengambilan sampel
4.      Pembuatan kuesioner
5.      Pekerjaan lapangan, termasuk memilih dan melatih pewawancara
6.      Pengelolaan data
7.      Analisa dan pelaporan.
Share this article :

Kunjungan

Update

 
Copyright © 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | Arif Sobarudin